Press Release: "Magister Akuntansi UPN "Veteran" Yogyakarta Ajak Peserta Belajar Bertani di Desa Wisata Kebonrejo sebagai Wujud Bela Negara Ketahanan Pangan"

MAGELANG, 10 Oktober 2026. Mahasiswa Semester 1 Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bertajuk Green Investment for National Resilience: Edukasi Pertanian sebagai Wujud Bela Negara Ketahanan Pangan di Desa Wisata Kebonrejo (Dewa Kebon), Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/10/2026). Mahasiswa mempelajari pertanian buah unggul, pembibitan, pupuk organik, dan pengolahan hasil pertanian sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan nasional melalui sektor pangan.

Desa Wisata Kebonrejo mengembangkan wisata berbasis edukasi, pertanian, dan budaya di lereng hijau Kecamatan Salaman. Masyarakat mengenal desa ini sebagai sentra pembibitan tanaman buah unggul, seperti durian, alpukat, dan berbagai buah langka. Warga Kebonrejo juga menjaga kebudayaan lokal, salah satunya kesenian Topeng Ireng. Pengelola mengusung moto Kebonrejo Agritourism: Cultivate, Learn, Inspire.

Sesi pertama berisi edukasi sambung pucuk alpukat pada pukul 09.55 hingga 10.20 WIB. Pemandu memperkenalkan tiga teknik perbanyakan tanaman, yaitu teknik sambung pucuk menyatukan pucuk tanaman unggul (scion) pada pangkal batang bawah yang telah dipotong. Pada teknik sambung sisip, petani tidak memotong batang bawah secara total di awal. Adapun teknik sambung susu menggabungkan dua tanaman yang masing-masing masih memiliki sistem perakaran sendiri. Para mahasiswa lalu mempraktikkan pembuatan bibit di kebun pembibitan durian dan alpukat unggul.

Sesi berikutnya membahas pembuatan pupuk organik cair. Pemateri mengajarkan cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang berguna sebagai pupuk alami, pembersih lantai, dan penjernih air. Materi ini juga mencakup pembuatan eco-enzyme, yaitu cairan serbaguna hasil fermentasi kulit buah dan sisa sayuran. Kegiatan tersebut mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengurangi sampah organik.

Mahasiswa mengunjungi kebun buah langka dan eksotis seluas 1,5 hektare. Kebun ini menanam tanaman asal Amerika Tengah dan Meksiko, seperti mamey sapote atau sawo jumbo (termasuk varietas lorito) dan black sapote, serta sawo abiu yang berasal dari Australia. Pemandu menjelaskan cara merawat tanaman buah, mulai dari pengaturan media tanam, pemupukan yang tepat, hingga pemangkasan.

Selanjutnya mahasiswa ke kebun durian unggul seluas 1,5 hektare ini untuk melihat produksi durian unggul seperti Musang King dan Durian Hitam dengan pengelolaan intensif. Dewa Kebon juga mengembangkan buah unggulan lain, yaitu alpukat Miki, kelengkeng Kateki, durian Ochee, dan durian MK Hortimart.

Di akhir kunjungan mahasiswa ke rumah produksi UMKM Grubi. Mahasiswa mempelajari proses produksi sekaligus pengelolaan usaha olahan berbahan ubi dan singkong. Grubi merupakan kudapan renyah dari ubi jalar berbentuk bola kecil yang berlapis karamel gula jawa. Getuk berbahan singkong rebus yang dihaluskan, bercita rasa manis dan gurih, dan biasa tersaji dengan taburan kelapa parut. Templek merupakan makanan gurih dari singkong berbumbu rempah yang digoreng hingga garing.

Pertanian dan Bela Negara Ketahanan Pangan

Melalui kegiatan ini, FEB UPN "Veteran" Yogyakarta menempatkan pertanian sebagai bentuk investasi hijau bagi ketahanan nasional. Bagi mahasiswa Magister Akuntansi, kunjungan ke Kebonrejo memberi gambaran langsung tentang rantai nilai sektor pertanian, mulai dari pembibitan, pengelolaan limbah organik, hingga pengolahan dan pemasaran produk UMKM. Pemahaman tersebut membekali mahasiswa untuk menilai potensi investasi hijau sekaligus ikut memperkuat kemandirian pangan Indonesia. Dukungan terhadap UMKM desa dan pelestarian budaya lokal juga menjadi wujud nyata bela negara di luar ranah pertahanan militer.

Masyarakat yang ingin mengenal Desa Wisata Kebonrejo lebih jauh dapat menghubungi pengelola melalui nomor 0821 3671 0580 atau akun Instagram @dewakebon.

Share: